Langsung ke konten utama

Postingan

Tantangan Menulis

Kebersamaan   Sore hari yang sangat cerah. Hari ini menemani anak bermain di tanah lapang. Lapangan cukup dekat dengan rumah. Kami berjalan menuju ke lapangan berumput.  Disana sudah banyak anak bermain. Ada yang main sepak bola dan ada yang bermain lauang-layang. Anakku bermain layang-layang. Cukup seru menyaksikan permainan sore ini.  Layangan yang diterbangkan kelompok anakku sangat besar. Beramai-ramai memegang layangan. Sementara yang memegang tali juga tampak bersrmamgat. Terlihat juga kedua tangan memegang tali begitu kuat. Keduanya juga memakai kaos tangan yang cukup tebal.  Dengan hitungan satu, dua, tiga layangan diterbangkan. Mulailah layang-layang menembus lagit biru. Srmakin lama terus naik. Anak-anak yang ikut menyaksikan berteriak senang.  Diatas langit, layang-layang tegar menembus awan. Terlihat juga lampunya menyala kerlap-kerlip. Layang-layang begitu besar, tapi sekarang tampak kecil. Itu sebabnya layang-layang terbang sangat tinggi...

Tantangan Menulis

Belajar Menyenangkan  Pagi ini terasa lebih dingin. Air bak mandi seperti air es. Dingin sekali. Namun aku segera bangkit. Persiapan menuju aktiviras pagi.  Janjian dengan sesama rekan sudah terjadwalkan. Rencana hari ini akan sama-sama membuat refleksi dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Harapannya akan ada perbaikan pada tahap selanjutnya.  Belajar dengan menggunakan ceramah yang disampaikan guru sering dilakukan. Memang metode ceramah ini memiliki persiapan yang sederhana dan tak perlu biaya. Namun metode mengajar dengan ceramah terus terusan, ternyata membosankan bagi beberapa anak. Bukti yang didapat adalah dari hasil tes akhir kegiatan belajar yang kurang baik.  Perbandingan kegiatan belajar telah dilakukan. Metode penyampaian dengan ceramah dan menggunakan metode diskusi pengamatan. Hasil penilaian akhir terdapat perbedaan. Ketika kegiatan belajar dengan ceramah ini terdapat anak yang hasilnya lumayan baik.  Kemudian melakukan pendeka...

Tantangan Menulis

Hari Libur Pertamaku   Hari ini hari pertama libur sekolah. Hari penuh dengan kesibukan di rumah. Sedari pagi, tak lepas dengan aktivitas rumah. Mulai memasak, menyapu, mengepel, mencuci dan bersih-bersih. Rencana, hari ini akan menggosok baju juga.   Tak terasa hari sudah siang. Terdengar kumandang adzan shilat dhuhur. Segera tunaikan kewajiban. Kali ini ingin sholar ke masjid berjamaah. Kupergi ke masjid. Ternyata hari libur, banyak yang sholat berjamah di masjid. Selesai sholat, menyempatkan diri bergabung dengan ibu-ibu du kampung. Mereka ada agenda pengajian. Aku ikut serta.  Yah, sebagai tambah ilmu. Bukankah tolibul ilmi bisa dimana saja? Itu salah satunya. Acara tak butuh waktu lama. Hanya sekitar satu jam. Dimulai dengan tilawah bergantian. Setiap orang membaca ayat suci Alquran lima ayat. Selanjutnya diisi dengan kajian. Penceramah juga bergantian. Dan kegiatan ini berlangsung seminggu sekali setuap hari Sabtu. Yah, kegiatan ini bisa menambah kebe...

Tantangan Menulis

Kakak datang   Deru mobil di tengah malam terdengar berhenti di halaman runah. Suaranya memecah keheningan malam. Tak lama kemudian terdengar salam sambil mengetuk pintu.   Ayah segera membuka pintu samvil menjawab salam. Sedikit keras memanggil, "Bapak!". Kami segera keluar dari kamar masing. Wow, kakak datang. Yah, kakak tinggal di Jakarta. Memang kakak jarang pulang. Kakak hidup di Jakarta bersana keluarganya. Dia sudah memiliki tiga orang anak. Malahan anaknya sudah besar dan sudah kuliah. Yang terkecil sekolah di SMP.  Tampak Bapak memeluk sambil mengusap kepala kakak. Adikku juga mendekat. Kami saling berjabat tangan. Malam itu menjadi ramai. Seluruh anggota keluarga bangun. Berkumpul di ruang tengah. Semakin malam suasana masih riuh. Obrolan kesana kemari terdengar di ruang tengah.  Adikku membuatkan kopi. Aroma kopi tercium menyengat. Membuat mata tak mengantuk. Cukup lama kami bercerita sambil melepas kerinduan. Kutatap jam dinding ditembok sa...

Tantangan Menulis

Menjemput Cintaku  Marahari pagi menembus perjalananku pagi ini. Cukup membuat hangat tubuh. Dijalanpun masih lengang. Belum berpapasan banyak kendaraan.  Sementara lagu syahdu mengiringi perjalanan ini. sesekali ikut juga mendendangkan lagu indah itu. Karena jarak yang ditempuh cukup jauh, hingga waktu yg dibutuhkan lama. Lagu yang diputar juga tak hanya satu lagu tapi hingga beberapa lagu. Berdendang pun terus berlanjut.  Pagi ini diiringi dengan lagu-lagi melankolis.   Tempat tujuan pun telah sampai. Antrian mobil telah berjajar. Cukup panjang. Kaki menyusuri lorong sepanjang gedung tempat belajar putra tercinta. Kagum melihatnya. Kebersihan terjaga. Keindahan lingkungan sangat menawan. Dalam hati, berdoa putra selalu nyaman dalam menuntut ilmu disini.  Beberapa saat, memasuki ruang rapat. Ruangan yang biasa digunakan belajar. Ruangnya sangat bersih dan sejuk. Kembali rasa syukur terucap. Semoga anakku bisa dilimpahkan kemudahan dan kelancaran dalam meni...

Tantangan Menulis

Market Day di Sekolah   Dering telepon sering kali berbunyi. Pagi-pagi sudah sibuk dengan menjawab berbagai pertanyaan dari anak-anak hingga wali siswa tercinta. Semua bertanya tentang kegiatan pagi ini.   Yah, pagi ini agendanya adalah market day. Anak-anak belajar tentang wirausaha. Selain itu anak akan belajar menjadi penjual dan pembeli. Bahkan mereka akan belajar tentang uang juga.  Market day merupakan aktivitas pembelajaran Enterpreneur, di mana anak- anak diajarkan bagaimana memasarkan produk kepada teman, guru atau pun kepada pihak luar.  Kegiatan ini berbentuk bazzar atau pasar yang diselenggarakan sekolah. Kegiatan ini biasanya melibatkan segenap komponen sekolah.   Yah, kegiatan hari ini bisa terselenggara dengan lancar karena kerjasama yang baik dengan orang tua siswa. Memang semua makanan yang dijual dalam acara market day adalah makanan sehat. Hampir semua makanan buatan orang tua siswa. Maka dari itu makanan dijamin sehat. Ta...

Tantangan Menulis

 Teman-Teman Baikku   Berteman memang indah. Apalagi memiliki banyak teman, tentu sangat menyenangkan. Jelasnya, mempunyai kawan berharap bisa saling membantu dan saling berbagi manfaat dalam kebaikan.   Ingat akan kata mutiara indah, " sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain".  Sungguh sebuah motivasi yang mulia. Sebuah kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus , pasti memberikan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan. Tentu orang lain yang mendapat sebuah kegembiraan akan penuh syukur.  Percayalah bahwa bermanfaat bagi orang lain penuh dengan keberkahan. Orang lain yang mendapat kebaikan, selalu berdoa terbaik juga. Maka sekecil apapun kebaikan yang diberikan pasti akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri.  Ingat dengan sebuah bingkisan dari seorang teman. Rasa syukur dan terima kasih yang bisa diucap. Bahagia menerimanya. Begitulah sebaiknya bersama teman. Saling berbagi. Karena berbagi bisa menambah eratnya persaha...