Langsung ke konten utama

Tantangan Menulis

Market Day di Sekolah 

 Dering telepon sering kali berbunyi. Pagi-pagi sudah sibuk dengan menjawab berbagai pertanyaan dari anak-anak hingga wali siswa tercinta. Semua bertanya tentang kegiatan pagi ini. 

 Yah, pagi ini agendanya adalah market day. Anak-anak belajar tentang wirausaha. Selain itu anak akan belajar menjadi penjual dan pembeli. Bahkan mereka akan belajar tentang uang juga.

 Market day merupakan aktivitas pembelajaran Enterpreneur, di mana anak- anak diajarkan bagaimana memasarkan produk kepada teman, guru atau pun kepada pihak luar. 

Kegiatan ini berbentuk bazzar atau pasar yang diselenggarakan sekolah. Kegiatan ini biasanya melibatkan segenap komponen sekolah. 


 Yah, kegiatan hari ini bisa terselenggara dengan lancar karena kerjasama yang baik dengan orang tua siswa. Memang semua makanan yang dijual dalam acara market day adalah makanan sehat. Hampir semua makanan buatan orang tua siswa. Maka dari itu makanan dijamin sehat. Tanpa bahan kimiawi ataupun bahan pengawet. Ramai dan seru acara sekolah hari ini. Mulai pagi anak-anak sangat bersemangat. Kelas 4 , 5 dan 6 sebagai penjual. Mereka yang membawa makanan. Senentara kelas yang lain sebagai pembeli. 


Namun meski kelas atas sebagai penjual, mereka juga boleh membeli nakanan dari penjual yang lain. Antrian panjang terlihat. Mereka antusias dengan kegiatan sekolah hari ini. Hingga ketika Kepala sekolah belum selesai membuka acara, banyak anak-anak yang sudah mulai membeli makanan. 

 Tak berapa lama makanan ludes terjual. Semua makanan laris manis. Senang sekalu menyaksikan kegiatan ini. Bapak dan Ibu guru juga tampak ikut memborong makanan juga.

 Dengan demikian kegiatan wirausaha ini sangat bermanfaat. Hal yang bisa dipetik berbagai manfaat yaitu jiwa wirausaha dan ketrampilan. Diantaranya anak-anak dituntut bisa menawarkan barang. Dan juga sikap pantang menyerah serta ketelitian. Oleh karena itu kegiatan seperti ini selalu menjadi agenda rutin di setiap akhir semester di sekolah.*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Menulis ke-12

Usir Rasa Galau   Siapa sih yang suka dengan kehidupan tidak menyenangkan? Padahal hidup tak selalu sesuai dengan harapan. Kadang sedih dan galau yang selalu mendera. Perasaan tak menentu. gelisah dan tak nyaman. Membuat tidak enak melakukan apa pun. Tidur tak nyenyak. Duduk juga betah. Pikiran melayang tak mampu dikuasai. itulah galau.  Nah, apa to galau itu? Menurut KBBI, kata “galau” bermakna sebagai pikiran yang tengah kacau. Perasaan galau dapat terjadi oleh banyak sebab.  Perasaan galau membuat tidak bersemangat. Dipaksa unruk bekerja juga membuat pekejaan tidak selesai dengan baik. Malah bisa berakibat terbengkalai. Nah, ini karena hati tak terkondisi dengan senang.   Sesungguh rasa galau bisa dikarenakan perbuatan diri sendiri atau malah berhubungan dengan orang lain. Pikiran terlalu berlebih terhadap sesuatu hal. Selalu berpikir negatif, contohnya. Memikirkan sesuatu diluar batas kemampuan.  Akhirnya banyak pikiran tidak menentu yang tidak ad...

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak Pertemuan I program guru motivator literasi digital sore ini diiringi guyuran hujan yang cukup lebat. Alhamdulillah sinyal cuup bersahabat. Sehingga twtap bisa mengikuti dengan baik. Narasumber sore hari ini adalah Om Jay. Seorang guru blogger Indonesia yang sangat menginspirasi banyak orang di seluruh Indonesia. Beliau sebagai Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI dan juga founder kelas menulis dan bicara. "Marilah kita mulai masuk", ajak Om Jay. Sebelum terdapat 4 hal yang haris dikuasai dalam literasi digital, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital. Kecakapan digital merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan mengginakan perangkas keras dan lunak dalam TIK. Budaya digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan bhinneka tunggal ika dalam kehidupan sehari-hari. Etika digital adalah kemampua...

Tantangan ke-5

Kegiatan Pembiasaan Siswa  Kabut tebal pagi ini mengawali hari pertama di minggu ini. Namun tak menyurutkan langkah menuju sekolah. Untuk mengemban tugas mulia. Perjalanan membuat basah kuyub. Bagaikan kehujanan. Jaket yang kupakai basah. Gara-gara kabut tebal yang harus kutembus. Disekolah, telah ramai anak-anak berangkat ke sekolah. Pagi itu adalah saat ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT). Hari pertama untuk kelas bawah. Dan hari kedua bagi kelas atas.  Kegiatan pembiasaan bagi seluruh siswa selalu diagendakan. Kegiatan ini semaksimalnya dijalankan juga. Kegiatan pembiasaan bertujuan menanamkan sesuatu berupa perkataan maupun perbuatan yang mana untuk membuat siswa menjadi ingat dan terbiasa melakukan hal-hal baru sehingga hal-hal baru yang dipelajarinya menjadi terbiasa untuk dilakukan.  Banyak sekali pembiasaan yang diterapkan disekolah. Antara lain adalah   1. Melaksanakan upacara bendera,  2. Berdoa sebelum memulai kegiatan apapun,  3. Senyum, Sapa ...