Langsung ke konten utama

Tantangan Menulis

 Teman-Teman Baikku 

 Berteman memang indah. Apalagi memiliki banyak teman, tentu sangat menyenangkan. Jelasnya, mempunyai kawan berharap bisa saling membantu dan saling berbagi manfaat dalam kebaikan. 

 Ingat akan kata mutiara indah, " sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain". 



Sungguh sebuah motivasi yang mulia. Sebuah kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus , pasti memberikan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan. Tentu orang lain yang mendapat sebuah kegembiraan akan penuh syukur. 

Percayalah bahwa bermanfaat bagi orang lain penuh dengan keberkahan. Orang lain yang mendapat kebaikan, selalu berdoa terbaik juga. Maka sekecil apapun kebaikan yang diberikan pasti akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri.

 Ingat dengan sebuah bingkisan dari seorang teman. Rasa syukur dan terima kasih yang bisa diucap. Bahagia menerimanya. Begitulah sebaiknya bersama teman. Saling berbagi. Karena berbagi bisa menambah eratnya persahabatan. Jangan melihat besarnya barang yang diberikan tapi ingatlah niat indah persahabatan. 

 Dalam berteman, pastilah mereka datang dari beragam perbedaan. Mungkin bisa karena beda usia. Darinya bisa berbagi pengalaman kehidupan. Bisa juga belajar tingkat kesabarannya, dan lain sebagainya. Pertemanan harus saling membantu.

 Nah, kesimpulanmya berbagi itu bukan harus barang . Berbagi bisa bermacam-macam bentuknya. Beraneka macam makanan, benda, memnjamkan sesuatu hingga berbagi ilmu. Sangat penting untuk diingat bahwa meski hanya kecil yang dibagi, sebenarnya memberikan besar manfaat bagi yang menerimanya. 


 Ketika kegundahan dan kesedihan sedang mendera maka berbagi cerita dengan teman mampu mengurangi rasa susah. Sahabat yang mendengarkan keluh kesah juga ikut merasakan gelisah hati. Akhirnya perasaan lebih tenang karena tidak sendirian. 

 Dengan demikian menjalin persabahatan memang sangat perlu. Niatkan dengan jalinan pertemanan yang tulus dan penuh manfaat. Dan jadilah kawan yang baik. Tebar banyak manfaat dan kebaiikan bagi sesama.*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Menulis ke-12

Usir Rasa Galau   Siapa sih yang suka dengan kehidupan tidak menyenangkan? Padahal hidup tak selalu sesuai dengan harapan. Kadang sedih dan galau yang selalu mendera. Perasaan tak menentu. gelisah dan tak nyaman. Membuat tidak enak melakukan apa pun. Tidur tak nyenyak. Duduk juga betah. Pikiran melayang tak mampu dikuasai. itulah galau.  Nah, apa to galau itu? Menurut KBBI, kata “galau” bermakna sebagai pikiran yang tengah kacau. Perasaan galau dapat terjadi oleh banyak sebab.  Perasaan galau membuat tidak bersemangat. Dipaksa unruk bekerja juga membuat pekejaan tidak selesai dengan baik. Malah bisa berakibat terbengkalai. Nah, ini karena hati tak terkondisi dengan senang.   Sesungguh rasa galau bisa dikarenakan perbuatan diri sendiri atau malah berhubungan dengan orang lain. Pikiran terlalu berlebih terhadap sesuatu hal. Selalu berpikir negatif, contohnya. Memikirkan sesuatu diluar batas kemampuan.  Akhirnya banyak pikiran tidak menentu yang tidak ad...

Tantangan Menulis

Refreshing Warga Sekolah   Hari masih pagi. Matahari tertutup awan tebal. Hingga suasana tampak syahdu. Lingkungan sekolah sudah sepi.  Agenda penerimaan raport akhir tahun telah usai. Kembali suasana sekolah sepi dan sunyi. Apalagi beberapa warga sekolah bersiap mengadakan resfreshing akhir tahun. Tujuannya ke pantai. Mana lagi tempat terdekat, kalau bukan pantai selatan. Yah, pantai selatan adalah posisi terdekat dengan lokasi sekolah.  Keputusan yang diambil, refreshing ke pantai. Banyak warga sekolah ikut serta. Kami berangkat bersama. Perjalanan cukup seru. Hatiku saja yang tak nyaman dalam perjalanan. Penyebabnya karena aku belum ijin langsung dengan keluargaku walaupun mesti diperbolehkan ikut serta.   Sampailah dipantai. Tampak teman-teman langsung menuju ke pantai. Mereka bermain air. Senang melihat wajah ceria mereka. Sementara gulung-gulung ombak terlihat elok . Bagai gulungan benda besar di papan yang luas. Suara gemuruh ombak mengalahkan su...

Tantangan Menulis

Hari Libur Pertamaku   Hari ini hari pertama libur sekolah. Hari penuh dengan kesibukan di rumah. Sedari pagi, tak lepas dengan aktivitas rumah. Mulai memasak, menyapu, mengepel, mencuci dan bersih-bersih. Rencana, hari ini akan menggosok baju juga.   Tak terasa hari sudah siang. Terdengar kumandang adzan shilat dhuhur. Segera tunaikan kewajiban. Kali ini ingin sholar ke masjid berjamaah. Kupergi ke masjid. Ternyata hari libur, banyak yang sholat berjamah di masjid. Selesai sholat, menyempatkan diri bergabung dengan ibu-ibu du kampung. Mereka ada agenda pengajian. Aku ikut serta.  Yah, sebagai tambah ilmu. Bukankah tolibul ilmi bisa dimana saja? Itu salah satunya. Acara tak butuh waktu lama. Hanya sekitar satu jam. Dimulai dengan tilawah bergantian. Setiap orang membaca ayat suci Alquran lima ayat. Selanjutnya diisi dengan kajian. Penceramah juga bergantian. Dan kegiatan ini berlangsung seminggu sekali setuap hari Sabtu. Yah, kegiatan ini bisa menambah kebe...