Langsung ke konten utama

Tanrangan 27

Kekuatan Doa 

 Cuaca begitu gerah. Lumayan panas. Seperti suasana hati siang ini. Syukur ke hadirat sang pencipta, meski sikon kurang mendukung semua kegiatan dipermudah. Lancar adalah harapan. Dan sesuai keinginan. 

Walau impian tak selamanya bisa tercapai. Yah, ada beberapa hal yang harus kuselesaikan sendiri. Entah karena kelupaan salah satu oknum atau disengaja. Akhirnya harus tetap berbaik sangka saja.

 Kekecewaan pada satu masalah harus ditambah masalah yang lain. Yah, memang problem selalu menyertai setiap manusia. Harus menjalani dengan sabar dan ikhlas. Sebaiknya bila kecewa tetap harus sabar. 

Jangan marah yang tak beralasan. Akhirnya diri ini sebagai korban. Seperti inilah yang kualami. Ketika seseorang merasa dirinya kecewa, janganlah melampiaskan kekesalan pada setiap orang. Apa akibatnya?. Yah, membuat sakit hati. 

 Nah, problem yang lain timbul. Terus dan terus ada. Itulah kehidupan. Harapannya akan ada perubahan lebih baik. Bagaimana bila tak sesuai harapan? Sekali lagi syukur tak terhingga. 

Sebuah nasehat yang datang. Beliau yang sering memberikan tausiyah padaku. Mengingatkan tentang sebuah kesabaran. Sepenggal nasehatnya berikut ini.

 Perubahan itu nggak sesederhana seperti simsalabim. Butuh kesabaran. sebagai contoh, perisyiwa ketika menjadi penasehat Spiritual seorang gadis. Sejak ia kelas 2 SMA, lalu ia nikah dan punya anak. Lalu cerai. Lalu jadi Isteri kedua dan punya anak. Nah, butuh jangka waktu yang cukup lama.

 Dengan demikian sebuah usaha untuk mengubah kebiasaan menjadi lebih baik tidak secepat kilat. Hal yang dibutuhkan adalah kesabaran. Setelah melewati beberapa ikhtiar, doa yang tiada henti dipanjatkan sebagai pungkasannya. Dengan bantuan dan ridho Sang Penguasa impian dan harapan menjadi lebih baik mampu digenggam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Menulis ke-12

Usir Rasa Galau   Siapa sih yang suka dengan kehidupan tidak menyenangkan? Padahal hidup tak selalu sesuai dengan harapan. Kadang sedih dan galau yang selalu mendera. Perasaan tak menentu. gelisah dan tak nyaman. Membuat tidak enak melakukan apa pun. Tidur tak nyenyak. Duduk juga betah. Pikiran melayang tak mampu dikuasai. itulah galau.  Nah, apa to galau itu? Menurut KBBI, kata “galau” bermakna sebagai pikiran yang tengah kacau. Perasaan galau dapat terjadi oleh banyak sebab.  Perasaan galau membuat tidak bersemangat. Dipaksa unruk bekerja juga membuat pekejaan tidak selesai dengan baik. Malah bisa berakibat terbengkalai. Nah, ini karena hati tak terkondisi dengan senang.   Sesungguh rasa galau bisa dikarenakan perbuatan diri sendiri atau malah berhubungan dengan orang lain. Pikiran terlalu berlebih terhadap sesuatu hal. Selalu berpikir negatif, contohnya. Memikirkan sesuatu diluar batas kemampuan.  Akhirnya banyak pikiran tidak menentu yang tidak ad...

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak Pertemuan I program guru motivator literasi digital sore ini diiringi guyuran hujan yang cukup lebat. Alhamdulillah sinyal cuup bersahabat. Sehingga twtap bisa mengikuti dengan baik. Narasumber sore hari ini adalah Om Jay. Seorang guru blogger Indonesia yang sangat menginspirasi banyak orang di seluruh Indonesia. Beliau sebagai Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI dan juga founder kelas menulis dan bicara. "Marilah kita mulai masuk", ajak Om Jay. Sebelum terdapat 4 hal yang haris dikuasai dalam literasi digital, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital. Kecakapan digital merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan mengginakan perangkas keras dan lunak dalam TIK. Budaya digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan bhinneka tunggal ika dalam kehidupan sehari-hari. Etika digital adalah kemampua...

Tantangan ke-5

Kegiatan Pembiasaan Siswa  Kabut tebal pagi ini mengawali hari pertama di minggu ini. Namun tak menyurutkan langkah menuju sekolah. Untuk mengemban tugas mulia. Perjalanan membuat basah kuyub. Bagaikan kehujanan. Jaket yang kupakai basah. Gara-gara kabut tebal yang harus kutembus. Disekolah, telah ramai anak-anak berangkat ke sekolah. Pagi itu adalah saat ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT). Hari pertama untuk kelas bawah. Dan hari kedua bagi kelas atas.  Kegiatan pembiasaan bagi seluruh siswa selalu diagendakan. Kegiatan ini semaksimalnya dijalankan juga. Kegiatan pembiasaan bertujuan menanamkan sesuatu berupa perkataan maupun perbuatan yang mana untuk membuat siswa menjadi ingat dan terbiasa melakukan hal-hal baru sehingga hal-hal baru yang dipelajarinya menjadi terbiasa untuk dilakukan.  Banyak sekali pembiasaan yang diterapkan disekolah. Antara lain adalah   1. Melaksanakan upacara bendera,  2. Berdoa sebelum memulai kegiatan apapun,  3. Senyum, Sapa ...