Langsung ke konten utama

Tantangan 26

Rasulan

 Hari ini bertepatan dengan acara rasulan. Kegiatan ini hampir dirayakan disetiap desa di daerahku.

 Namun kegiatan rasulan selalu berbeda waktu dan harinya. Yang jelas acara ini digelar setahun sekali setiap habis panen. Kegiatan ini juga sangat meriah. Setiap desa yang merayakan pasti berbeda.

 Rasulan merupakan ungkapan rasa syukur warga setelah panen beberapa pekan sebelumnya.

 Seperti di kampungku ini. Pesta rasulan disambut sangat meriah. Pihak desa melaksanakan kegiatan ini dengan menampilkan kesenian tradisional berupa jathilan. Seni tradisional digelar pada waktu siang hari. 

Pada malam hari digelar pentas wayang kulit semalam suntuk. Pada siang hari juga ada agenda kenduri bersana. Semua warga akan membawa nasi uduk dan ingkung ayam ke balai desa. Setiap kepala keluarga membawa satu bakul nasi uduk dan diatasnya ada seekor ingkung ayam. 

 Yah, karena jumlah warga cukup banyak maka tampak sekali ingkung ayam dan nasi juga banyak. Sementara itu, dibalai juga banyak tamu yang datang. Tamu itu berasal dari warga tetangga kampung. 

Nah, nanti para tamu itu akan mendapat nasi uduk dan ingkung ayam untuk dibawa pulang. Pembaginya juga menjadi tugas panitia didesa. 

Nasi dan ayam untuk tamu ditempatkan pada sebuah keranjang yang terbuat dari daun kelapa. keranjang itu disebut Kiso.Bentuknya lucu dan praktis. 

 Yah, ini pesta panen bagi masyarakat di kampungku. Dari kegiatan ini banyak makna yang bisa dipetik antara lain adalah wujud syukur bagi masyarakat di lingkungan kampubgku, silaturahmi, serta sodaqoh atau sedekah.*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Menulis ke-12

Usir Rasa Galau   Siapa sih yang suka dengan kehidupan tidak menyenangkan? Padahal hidup tak selalu sesuai dengan harapan. Kadang sedih dan galau yang selalu mendera. Perasaan tak menentu. gelisah dan tak nyaman. Membuat tidak enak melakukan apa pun. Tidur tak nyenyak. Duduk juga betah. Pikiran melayang tak mampu dikuasai. itulah galau.  Nah, apa to galau itu? Menurut KBBI, kata “galau” bermakna sebagai pikiran yang tengah kacau. Perasaan galau dapat terjadi oleh banyak sebab.  Perasaan galau membuat tidak bersemangat. Dipaksa unruk bekerja juga membuat pekejaan tidak selesai dengan baik. Malah bisa berakibat terbengkalai. Nah, ini karena hati tak terkondisi dengan senang.   Sesungguh rasa galau bisa dikarenakan perbuatan diri sendiri atau malah berhubungan dengan orang lain. Pikiran terlalu berlebih terhadap sesuatu hal. Selalu berpikir negatif, contohnya. Memikirkan sesuatu diluar batas kemampuan.  Akhirnya banyak pikiran tidak menentu yang tidak ad...

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak Pertemuan I program guru motivator literasi digital sore ini diiringi guyuran hujan yang cukup lebat. Alhamdulillah sinyal cuup bersahabat. Sehingga twtap bisa mengikuti dengan baik. Narasumber sore hari ini adalah Om Jay. Seorang guru blogger Indonesia yang sangat menginspirasi banyak orang di seluruh Indonesia. Beliau sebagai Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI dan juga founder kelas menulis dan bicara. "Marilah kita mulai masuk", ajak Om Jay. Sebelum terdapat 4 hal yang haris dikuasai dalam literasi digital, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital. Kecakapan digital merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan mengginakan perangkas keras dan lunak dalam TIK. Budaya digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan bhinneka tunggal ika dalam kehidupan sehari-hari. Etika digital adalah kemampua...

Tantangan ke-5

Kegiatan Pembiasaan Siswa  Kabut tebal pagi ini mengawali hari pertama di minggu ini. Namun tak menyurutkan langkah menuju sekolah. Untuk mengemban tugas mulia. Perjalanan membuat basah kuyub. Bagaikan kehujanan. Jaket yang kupakai basah. Gara-gara kabut tebal yang harus kutembus. Disekolah, telah ramai anak-anak berangkat ke sekolah. Pagi itu adalah saat ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT). Hari pertama untuk kelas bawah. Dan hari kedua bagi kelas atas.  Kegiatan pembiasaan bagi seluruh siswa selalu diagendakan. Kegiatan ini semaksimalnya dijalankan juga. Kegiatan pembiasaan bertujuan menanamkan sesuatu berupa perkataan maupun perbuatan yang mana untuk membuat siswa menjadi ingat dan terbiasa melakukan hal-hal baru sehingga hal-hal baru yang dipelajarinya menjadi terbiasa untuk dilakukan.  Banyak sekali pembiasaan yang diterapkan disekolah. Antara lain adalah   1. Melaksanakan upacara bendera,  2. Berdoa sebelum memulai kegiatan apapun,  3. Senyum, Sapa ...