Langsung ke konten utama

Resume kedua

Menumbuhkan Passion Menulis 

 Penggiat literasi kelas tanpa sekat dan batas segera dimulai. Penuh dengan rasa syukur atas nikmatNya. Hari ini masih diberi kesempatan untuk menghirup udara. Tentunya, juga menebar manfaat bagi sesama. Kali ini materi adalah menumbuhkan passion dalam menulis. Narasumber hebat yang memaparkannya adalah beliau Bunda Sri Sugiastuti. Moderatornya Ibu Widya. 

 Mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan? Karena,
 a. Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir 
b. Profesi penulis adalah pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.

 Kendala dan hambatannya: 
- Merasa tidak berbakat
- Tidak memiliki waktu
- Tidak memiliki ide 
- Tidak mau dikritik
- Tidak suka menulis 

 Alasan untuk menulis adalah 
- Lebih filosofis dan berhubungan dengan nilai, visi dan misi hidup di dunia
- Lebih bersifat teknis dan jawabannya cenderung mudah dipelajari melalui latihan - Secepatnya harus niatkan untyk membuat karya dari diri sendiri. 

 Motivasi menulis : 
" Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusua lain".

 Langkah-langkah menjadi penulis yang baik:
 - Read 
Untuk menhafi seorang penulis yang baik, perlu banyak membaca buku baik yang bersifat general maupun spesifik
 - Discuss 
Ide dan gagasan sering muncul saat kita mendialwktikakan bahan bacaan dengan diri sendiri dan orang lain. Jika diperlukan lebih baik ada mentor menulis. 
- Look and feel 
Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media.
 - Sosialize
 Berapa pengalaman, pengetahuan dan kisah orang lain yang dapat diserap?

 Writing Preparation 
- Menggali dan menemukan gagasan ide Pada tahap ini, penulis melakukan kegiatan penggalian gagasan dan ide.
 - Menentukan tujuan, genre dan segmen pembaca . Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan dalam nwnwntukan warna tulisan
 - Menetukan topik
 - Membuat outline 
- Mengumpulkan bahan materi

 Menulis itu harus sabar 
Penulis pemula lebih fokus pada ketekunan dalam proses menulis. 

 Setelah menyelesaikan naskah kasar dari yang kita tulis, tahapan yang harus dilewati hingga terbitnya buku adalah :
 - Editing 
Tahap ini membahas tentang membaca ulang dan menyempurnakan draft
 - Revising Terdiri dari mengubah beberapa bagian naskah, melengkapi naskah dan mengevaluasi naskah kembali untyk menihilkan kesalahan tulisan
 - Publishing, meliputi pengiriman naskah, pracetak, pencetakan, promosi dan distribusi. 

 Demikian paparan materi dari nara sumber hebat Bunda Sri Sugiastuti. Pasti sangat bermanfaat dan menginspirasi. Akhirnya resume saya tutup dengan meminjam kata motivasi dari sang ahli yaitu, " Jika kamu ingin mengenal dunia, nembacalah. Jika kamu ingin dikenal dunia, nenulislah." Salam literasi*)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Menulis ke-12

Usir Rasa Galau   Siapa sih yang suka dengan kehidupan tidak menyenangkan? Padahal hidup tak selalu sesuai dengan harapan. Kadang sedih dan galau yang selalu mendera. Perasaan tak menentu. gelisah dan tak nyaman. Membuat tidak enak melakukan apa pun. Tidur tak nyenyak. Duduk juga betah. Pikiran melayang tak mampu dikuasai. itulah galau.  Nah, apa to galau itu? Menurut KBBI, kata “galau” bermakna sebagai pikiran yang tengah kacau. Perasaan galau dapat terjadi oleh banyak sebab.  Perasaan galau membuat tidak bersemangat. Dipaksa unruk bekerja juga membuat pekejaan tidak selesai dengan baik. Malah bisa berakibat terbengkalai. Nah, ini karena hati tak terkondisi dengan senang.   Sesungguh rasa galau bisa dikarenakan perbuatan diri sendiri atau malah berhubungan dengan orang lain. Pikiran terlalu berlebih terhadap sesuatu hal. Selalu berpikir negatif, contohnya. Memikirkan sesuatu diluar batas kemampuan.  Akhirnya banyak pikiran tidak menentu yang tidak ad...

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak Pertemuan I program guru motivator literasi digital sore ini diiringi guyuran hujan yang cukup lebat. Alhamdulillah sinyal cuup bersahabat. Sehingga twtap bisa mengikuti dengan baik. Narasumber sore hari ini adalah Om Jay. Seorang guru blogger Indonesia yang sangat menginspirasi banyak orang di seluruh Indonesia. Beliau sebagai Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI dan juga founder kelas menulis dan bicara. "Marilah kita mulai masuk", ajak Om Jay. Sebelum terdapat 4 hal yang haris dikuasai dalam literasi digital, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital. Kecakapan digital merupakan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan mengginakan perangkas keras dan lunak dalam TIK. Budaya digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan bhinneka tunggal ika dalam kehidupan sehari-hari. Etika digital adalah kemampua...

Tantangan ke-5

Kegiatan Pembiasaan Siswa  Kabut tebal pagi ini mengawali hari pertama di minggu ini. Namun tak menyurutkan langkah menuju sekolah. Untuk mengemban tugas mulia. Perjalanan membuat basah kuyub. Bagaikan kehujanan. Jaket yang kupakai basah. Gara-gara kabut tebal yang harus kutembus. Disekolah, telah ramai anak-anak berangkat ke sekolah. Pagi itu adalah saat ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT). Hari pertama untuk kelas bawah. Dan hari kedua bagi kelas atas.  Kegiatan pembiasaan bagi seluruh siswa selalu diagendakan. Kegiatan ini semaksimalnya dijalankan juga. Kegiatan pembiasaan bertujuan menanamkan sesuatu berupa perkataan maupun perbuatan yang mana untuk membuat siswa menjadi ingat dan terbiasa melakukan hal-hal baru sehingga hal-hal baru yang dipelajarinya menjadi terbiasa untuk dilakukan.  Banyak sekali pembiasaan yang diterapkan disekolah. Antara lain adalah   1. Melaksanakan upacara bendera,  2. Berdoa sebelum memulai kegiatan apapun,  3. Senyum, Sapa ...