Langsung ke konten utama
Belajar Menulis Gelombang 9

Pertemuan 19 : Selasa. 5 Mei 2020
Waktu.            : Pukul 13.00 – 15.00 WIB
Pemateri.       : Bpk. Moch. Khoiri
Topik.            :  Menulis dalam Kesibukan
Peresume.    : Sri Endang P
    sriendang485.blogspot .com

Belajar menulis on line siang ini disampaikan dengan rekaman suara dan power point.

Profil Narasumber

Lahir di Desa Bacem, Madiun 24 Maret 1965, Much. Khoiri kini menjadi dosen dan penulis buku dari FBS Universitas Negeri Surabaya (Unesa), trainer, editor, penggerak literasi. Alumnus International Writing Program di University of Iowa (1993) dan Summer Institute in American Studies di Chinese University of Hong Kong (1996) ini  trainer untuk berbagai pelatihan motivasi dan literasi. Ia masuk dalam buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa (2014). Pernah menjadi Redaktur Pelaksana jurnal kebudayaan Kalimas dan penasihat jurnal berbahasa Inggris Emerald. Pernah menjadi redaktur Jurnal Sastra dan Seni. Selain menghidupkan beberapa komunitas penulis, ia juga pernah mengomandani Ngaji Sastra di Pusat Bahasa Unesa bersama para sastrawan. Karya-karyanya (fiksi dan nonfiksi) pernah dimuat di berbagai media cetak, jurnal, dan onlinebaik dalam dan luar negeri. Ia telah menerbitkan 42 judul buku tentang budaya, sastra, dan menulis kreatifbaik mandiri maupun antologi. Buku larisnya antara lain: Jejak Budaya Meretas Peradaban (2014), Rahasia TOP Menulis (2014), Pagi Pegawai Petang Pengarang (2015), Much. Khoiri dalam 38 Wacana (2016), kumpuis Gerbang Kata (2016), Bukan Jejak Budaya (2016), Mata Kata: Dari Literasi Diri (2017),  Write or Die: Jangan Mati sebelum Menulis Buku (2017), Virus Emcho: Berbagi Epidemi Inspirasi (2017), Writing Is Selling (2018), Praktik Literasi Guru Penulis Bojonegoro (2020), Virus Emcho: Melintas Batas Ruang Waktu (2020), dan SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan (2020). Sekarang dia sedang menyiapkan naskah buku tentang menulis, budaya, literasi, dan karya sastra (puisi dan cerpen). Dia cukup aktif menulis di muchkhoiriunesa.blogspot.com;  www.kompasiana.com/much-khoiri; muchkhoiri.gurusiana.id.; jalindo.net; dan sahabatpenakita.id.
Instagram: @much.khoiri dan @emcho_bookstore.
Emailnya: muchkhoiriunesa@gmail.com dan muchkoiri@unesa.ac.id  HP/WA: 081331450689. Facebook: Much Khoiri-90.

Sopo Ora Sibuk ( SOS))

Setiap orang memiliki kesibukan. Dikantor, dijalan dan dimana - mana selalu sibuk, memiliki urusan masing-masing.  Kita manusia adalah subyek. Oleh karena itu apabila kesibukan sebagai alasan tidak berkarya apakah kira- kira sudah tepat. Yok...pertimbangkan lagi!

Dibalik Kesibukan Ada Kesempatan

Mensikapi anejemen kesibukan menunjukkan sikap positif aksi positif dan menyikapi dengan negatif maka aksi negatif. Untuk menguatkan semangat bahwa menulis sama wajibnya dengan membaca.

Mengapa harus menulis?

Karena apa yang kita angankan akan lenyap apa yang kita katakan akan musnah apa yang kita lakukan tak akan tersisa apabila tidak tertuliskan. Jadi menulis adalah untuk keabadian

Mendidik diri dalam menulis 

Menulis harus disiplin dalam menggunakan waktunya. Harus ada sanksi dan hadiah bagi diri sendiri juga

Menulis berarti berkomunikasi

Orang bijak bicara punya sesuatu untuk disampaikan sementara orang bodoh bicara menyatakan sexuatu. Jadi menulislah yang dibutuhkan pembaca.
Gunakan bahasa yang komunikatif.

17 jitu menyiasati kesibukan untuk menulis

1. Tetapkan niat  dan keyakinan menulis
( sebagai daya dorong dan daya tahan )
2. Rajinlah membaca
3. Gunakan alat perekam kegiatan
4. Kobarkan inspirasi
5. Tentukan waktu utama dalam menulis dan pegang komitmen.
6. Bagi penulis pemula, menulislah secara bebas.
7. Menulis dalam hati
8. Menulis di dalam waktu utama
9. Menulis di waktu luang
10. Menulis yang dialami
11. Menulis yang dirasakan
12. Menulis selaras minat
13. Menulis dengan perasaan bahagia
14. Menulislah yang banyak
(sering menulis berarti banyak latihan utk mendapat tulisan berkualitas)
15. Bacalah dengan lebih baik dan menulis dengan lebih cepat
16. Buatlah motto yang dahsyat utk menyemangati diri
17. Awali dan akhiri dengan doa saat menulis

Jadi pada intinya 17 jitu menyiasati kesibukan untuk menulis ini harap diambil beberapa saja dan tidak perlu semua yang terpenting semangat menulis semakin baik.

Perlu dipahami bahwa menulis adalah ketrampilan. Oleh karena itu menulis harus dilatih, dipraktekkan agar mendapat susunan kalimat yang enak dan baik untuk dibaca serta bisa dipahami oleh banyak orang.

Kesimpulan :
Kesibukan selalu ada bagi setiap orang. Hal yang penting menyiasati diantara kesibukan itu ada karya yang dihasilkan. Terutama karya-karya melalui tulisan kita. Selamat menulis dan tetap semangat.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Menulis ke-12

Usir Rasa Galau   Siapa sih yang suka dengan kehidupan tidak menyenangkan? Padahal hidup tak selalu sesuai dengan harapan. Kadang sedih dan galau yang selalu mendera. Perasaan tak menentu. gelisah dan tak nyaman. Membuat tidak enak melakukan apa pun. Tidur tak nyenyak. Duduk juga betah. Pikiran melayang tak mampu dikuasai. itulah galau.  Nah, apa to galau itu? Menurut KBBI, kata “galau” bermakna sebagai pikiran yang tengah kacau. Perasaan galau dapat terjadi oleh banyak sebab.  Perasaan galau membuat tidak bersemangat. Dipaksa unruk bekerja juga membuat pekejaan tidak selesai dengan baik. Malah bisa berakibat terbengkalai. Nah, ini karena hati tak terkondisi dengan senang.   Sesungguh rasa galau bisa dikarenakan perbuatan diri sendiri atau malah berhubungan dengan orang lain. Pikiran terlalu berlebih terhadap sesuatu hal. Selalu berpikir negatif, contohnya. Memikirkan sesuatu diluar batas kemampuan.  Akhirnya banyak pikiran tidak menentu yang tidak ad...

Tantangan Menulis

Refreshing Warga Sekolah   Hari masih pagi. Matahari tertutup awan tebal. Hingga suasana tampak syahdu. Lingkungan sekolah sudah sepi.  Agenda penerimaan raport akhir tahun telah usai. Kembali suasana sekolah sepi dan sunyi. Apalagi beberapa warga sekolah bersiap mengadakan resfreshing akhir tahun. Tujuannya ke pantai. Mana lagi tempat terdekat, kalau bukan pantai selatan. Yah, pantai selatan adalah posisi terdekat dengan lokasi sekolah.  Keputusan yang diambil, refreshing ke pantai. Banyak warga sekolah ikut serta. Kami berangkat bersama. Perjalanan cukup seru. Hatiku saja yang tak nyaman dalam perjalanan. Penyebabnya karena aku belum ijin langsung dengan keluargaku walaupun mesti diperbolehkan ikut serta.   Sampailah dipantai. Tampak teman-teman langsung menuju ke pantai. Mereka bermain air. Senang melihat wajah ceria mereka. Sementara gulung-gulung ombak terlihat elok . Bagai gulungan benda besar di papan yang luas. Suara gemuruh ombak mengalahkan su...

Tantangan Menulis

Hari Libur Pertamaku   Hari ini hari pertama libur sekolah. Hari penuh dengan kesibukan di rumah. Sedari pagi, tak lepas dengan aktivitas rumah. Mulai memasak, menyapu, mengepel, mencuci dan bersih-bersih. Rencana, hari ini akan menggosok baju juga.   Tak terasa hari sudah siang. Terdengar kumandang adzan shilat dhuhur. Segera tunaikan kewajiban. Kali ini ingin sholar ke masjid berjamaah. Kupergi ke masjid. Ternyata hari libur, banyak yang sholat berjamah di masjid. Selesai sholat, menyempatkan diri bergabung dengan ibu-ibu du kampung. Mereka ada agenda pengajian. Aku ikut serta.  Yah, sebagai tambah ilmu. Bukankah tolibul ilmi bisa dimana saja? Itu salah satunya. Acara tak butuh waktu lama. Hanya sekitar satu jam. Dimulai dengan tilawah bergantian. Setiap orang membaca ayat suci Alquran lima ayat. Selanjutnya diisi dengan kajian. Penceramah juga bergantian. Dan kegiatan ini berlangsung seminggu sekali setuap hari Sabtu. Yah, kegiatan ini bisa menambah kebe...